Investigasi

Investigasi

Investigasi berisikan hal-hal yang tidak jauh berbeda dengan laporan interpretatif. Laporan investigasi merupakan suatu teknik memperoleh sebanyak mungkin informasi mengenai sesuatu melalui penyelidikan atau pemeriksaan yang mendalam. Terkadang berkesan melakukan pengusutan suatu perkara lama untuk mencari kebenaran atau menemukan fakta – fakta baru atas peristiwa yang sudah lama terjadinya. Laporan ini memanfaatkan metode-metode penelitian, observasi, hasil survei, dan lain-lain untuk menguji suatu kebenaran atas fakta atau data yang diperoleh. Investigasi biasanya hanya dilakukan dalam waktu yang lebih pendek dari penelitian. Demi menggali informasi yang selengkap-lengkapnya inilah tidak jarang wartawan harus melakukan investigasi dan observasi langsung ke lapangan. Dilihat dari caranya memperoleh informasi inilah kemudian muncul istilah Reportase Investigasi. Berita jenis ini biasanya memusatkan pada sejumlah masalah dan kontroversi. Namun demikian, dalam laporan investigatif, para wartawan melakukan penyelidikan untuk memperoleh fakta yang tersembunyi demi tujuan. Pelaksanaannya sering ilegal atau tidak etis.

Contoh Investigasi:

Waspadai Es Batu Berbahaya

Es batu yang terjangkit bakteri Coliform atau yang biasa disebut Ecoli, beredar luas di Ibukota Jakarta. Penemuan ini bermula dari laporan warga yang mengaku keracunan, usai mengonsumsi es batu di Setiabudi, Jakarta Selatan.  Dari keterangan pegawai pabrik, air yang mereka gunakan berasal dari Sungai Ciliwung di Kalimalang. Air kali tersebut dijernihkan menggunakan campuran kimia seperti kaporit, soda api, tawas, ANP dan anti-foam.

Air kali yang sudah mengalami proses penjernihan itu diangkut menggunakan truk tangki air ke pabrik pembuatan es balok, yang masih berada di kawasan yang sama. Polisi lalu menyita 3 truk tangki, 116 es balok siap edar, 3 alat pencetak es, bahan kimia yakni amoniak, kaporit, soda api, tawas, ANP dan anti-foam, serta berkas administrasi dari pabrik es tersebut.

Polisi pun mengamankan 2 tersangka, yaitu AL (55) sebagai penanggung jawab pabrik es balok, dan DDN (55) pemilik truk tangki. Keduanya disangkakan pasal berlapis dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara dan denda Rp 6,5 miliar. (Rmn/Mut)

Referensi:

Willing, S. (2010). Laporan Interpretatif. In Jurnalistik; Petunjuk Teknis Menulis Berita (p. 115). Jakarta: Erlangga.

Santoso, Audrey. (2015, Maret 26). Waspadai Es Batu Berbahan Baku Air Kali Beredar di Jakarta. Retrieved November 3, 2015, from http://news.liputan6.com/read/2197607/waspadai-es-batu-berbahan-baku-air-kali-beredar-di-jakarta

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: